Cara Menghitung Pajak Penghasilan Badan Usaha

Cara Menghitung Pajak Penghasilan Badan Usaha

Pajak penghasilan berdasarkan pada pasal 25 atau Pajak Penghasilan 25 merupakan pajak yang dibebankan untuk orang pribadi, badan hukum dan perusahaan atas penghasilan yang diperoleh. Dasar hukum pajak penghasilan merupakan UU nomor 7 Tahun 1983, yang kemudian telah mengalami perubahan secara berturut-turut dari UU nomor 7 tahun 1991, UU nomor 10 tahun 1994, UU nomor 17 tahun 2000 serta UU noor 36 tahun 2008.

3 Klarifikasi Tarif Bagi Badan Usaha

Setidaknya ada tiga klarifikasi tarif terhadap badan usaha di mana penghasilan brutonya berbeda.

  • Penghasilan kotor yang kurang dari Rp. 4.8 miliar akan dikenakan tarif pajak 1%x penghasilan kotor
  • Sedangkan untuk penghasilan lebih dari Rp. 4.8 miliar hingga Rp. 50 miliar akan dikenakan tarif pajak 0.25-(0.6 miliar/per penghasilan kotorx PKP)
  • Terakhir jika penghasilan kotor melebihi Rp. 50 miliar akan dikenakan tarif sebanyak 25% x PKP

Contoh Perhitungan Pajak

Pada tahun lalu, PT Sentosa Selalu mendapatkan penghasilan kotor kurang lebih sebesar Rp. 3 miliar, maka besaran pajak penghasilan yang harus dibayarkan mereka adalah Rp. 3 miliarx1%= Rp 30 juta. Namun, proses perhitungan pajak tidak sesederhana itu, perlu dibuat catatan selama periode tahun 2017, sehingga PT Sentosa Selalu telah dinyatakan menyetor pajak penghasilan dari karyawannya ke negara sebesar Rp. 8 juta serta pajak PPH dengan pasal 23 sebanyak Rp. 2 juta. Bila dikalkulasikan pajak penghasilan terutang dari PT Sentosa Selalu adalah Rp. 30 juta-Rp. 2 juta-Rp. 8 juta=Rp. 20 juta.

Perhitungan Pajak Dengan Penghasilan Melebihi Rp. 4.8 miliar-Rp. 50 miliar

  1. Indah Merakyat telah mendapatkan penghasilan kotor tahun 2017 dengan total Rp. 10 miliar maka PKP mereka Rp. 3 miliar, besarnya pajak yang dibebankan pada PT. Indah Merakyat ini menggunakan formula berikut ini:

(0.25-(0.6 miliar dari gross income) PKP. Bila dihitung menjadi (0.25-(0.6 miliar 10 miliar) 3 Miliar (PKP) menghasilkan Rp. 570 juta dari total 19%. Adanya catatan pembukuan selama periode 2017, PT Indah Merakyat telah menyetorkan pajak dari penghasilan karyawan sebesar Rp. 200 juta, serta PPH Pasal 23 yang mencapai Rp. 100 juta. Pajak penghsilan PT Indah Merakyat kurang lebih Rp. 570 juta-Rp. 100 juta-Rp. 200 juta= Rp. 270 juta.

Sumber : smconsult

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *